Rabu Kliwon, 10 April 2019 merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu warga desa Lerep khususnya yang bermukim di dusun Lerep. Tradisi Iriban yang sudah menjadi hal fenomenal bagi warga diabadikan oleh media cetak maupun elektronik pada hari ini. Semua warga tua muda, pria dan wanita berbondong-bondong menuju Wangan Cenginging yang berlokasi di lereng Gunung Ungaran. Wangan Cenginging adalah sumber mata air dusun Lerep yang menjadi sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari warga. Tradisi Iriban diadakan rutin sebagai bentuk syukur warga pada¬† Tuhan Yang Maha Esa karena sudah memberikan air yang berlimpah ruah. Dimana untuk melengkapi tradisi ini digelar istilah jawanya “Bancaan Klubanan”. Bancaan Klubanan terdiri dari nasi urap yang dibawa warga ke Wangan Cenginging kemudian di lokasi dilengkapi dengan ayam kampung yang dibakar dengan ditusuk bambu sebelum dibakar dibumbui terlebih dahulu. Selain Ayam Kampung yang berjumlah sekitar 70 ekor, iriban juga menyajikan daun kopi muda yang dibakar dalam kolongan bambu kemudian dicampur dengan nasi urap. Sungguh terasa harum bau bakaran dan ditemani nuansa alam yang aduhai indahnya, juga mata air yang bersih. Tradisi Iriban selain sebagai wujud rasa syukur juga untuk kerja bakti bersama-sama membersihkan saluran air.

Banyak Wisata asing yang penasaran dengan tradisi iriban di desa wisata Lerep, dan saat ini tradisi iriban sudah dipaketkan wisata sehingga bisa menarik kunjungan wisata lokal maupun mancanegara. Nasi Iriban juga menjadi kuliner khas desa wisata Lerep. Ayo yang penasaran dengan Iriban bisa berkunjung ke desa Lerep. Don’t Miss It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *