18 views

BUMDES GERBANG LENTERA

Desa dipandang sebagai miniatur negara yang menjalankan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan secara mandiri, hal ini sesuai dengan salah satu nawacita dari presiden Jokowi adalah membangun Indonesia dari pinggir dengan memperkuat daerah dan desa-desa.

Salah satu desa yang tingkat perekonomiannya terus mengalami peningkatan berkat adanya UU Desa adalah Desa Lerep yang terletak Di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Desa Lerep memahami dan menyambut positif amanah UU Desa ini dengan memanfaatkan dana desa dalam rangka menjadikan desa maju, mandiri dan sejahtera, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidupnya. Karena dengan UU Desa, desa berhak menentukan apa saja pembangunan yang akan dilakukan dan dirasakan penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

Desa Lerep memanfaatkan adanya Dana Desa dengan memperkuat Modal BUMdes. BUMdes Desa Lerep bernama BUMDes Gerbang Lentera BUMDes ini didirikan pada tanggal 1 Maret 2017 dengan harapan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat desa Lerep sesuai dengan nama BUMDes ini, yaitu dapat menghidupkan perekonomian lokal desa sebagai bentuk hasil dari pemberdayaan yang dilakukan ditingkat desa.

BUMDes Gerbang Lentera tidak hanya memiliki satu unit usaha, namun memiliki beberapa unit usaha antara lain: Unit Pelayanan Umum, Unit Industri Kecil, Unit Penyewaan, Unit Perdagangan Umum, Unit Pariwisata, Unit LKM, Unit Perikanan dan Peternakan. Unit-unit usaha yang dikelola oleh BUMDes ini merupakan hasil kreativitas masyarakat desa sendiri, karena berdirinya BUMDes ini dimulai dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Desa, jadi di dapat kesepakatan tentang usaha apa yang akan dilakukan dan rencana kerja tindak lanjutnya.

Keterlibatan masyarakat secara langsung atas amanah UU Desa ini secara langsung membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa. Masyarakat Desa yang berperan dalam perencanaan, masyarakat desa yang berperan dalam pelaksanaan, pelaksanaan BUMDes ini melibatkan masyarakat desa secara langsung dengan pelaksanaan dan pengelolaan, pelaksana operasional ditentukan berdasarkan hasil musyawarah desa dan kesiapan dan keinginan untuk mengelola BUMDes, mampu menggali dan memanfaatkan potensi-potensi usaha ekonomi untuk mendatangkan PADes, kalangan masyarakat yang terlibat datang dari berbagai kalangan, tidak terkecuali kelompok masayarakat yang marginal, seperti kelompok perempuan, kelompok masyarakat miskin dan kelompok disabilitas.

Kemudian masyarakat desa yang berperan dalam pertanggungjawaban dan pengawasan. Disini terlihat dengan jelas bahwa amanah UU Desa untuk mempertajam peran masyarakat sebagai subjek pembangunan benar-benar dilaksanakan dan membuka kesempatan yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu unit usaha dalam BUMDes Gebang Lentera yang potensial dan sedang dikembangkan oleh BUMDes Gerbang Lentera adalah unit Pariwisata. Unit Pariwisata saat ini terus berinovasi dan telah melahirkan banyaknya kunjungan wisata ke desa Lerep baik untuk study banding, menginap dihomestay maupun berkunjung ke waduk mini Embung Sebligo yang saat ini dikelola oleh desa. Selain itu dari unit Pariwisata dihasilkan banyak UMKM dari warga desa dari kuliner kripik, kerajinan bambu, Sabun Susu dan Parfum Kopi

Kita ketahui, bahwa tujuan pembentukan BUMDes antara lain;

  • Meningkatkan perekonomian Desa.
  • Meningoptimalkan potensi yang dimiliki Desa untuk kesejahteraan Desa.
  • Meningkatkan pendapatan asli Desa.
  • Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa. Dstnya.

Dari keempat tujuan itu. Jelas, titik tolak yang hendak diraih adalah Desa, bukan pada perorangan. Artinya, tujuannya bersifat kolektif kolegial. Memajukan dan memakmurkan Desa. Sehingga, dalam pencapaian tujuannnya tidak merugikan atau mengambil bidang kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang perorangan sebagai warga Desa.

Permodalan Bumdes :

  • Penyertaan modal Pemdes
  • Penyertaan modal/tabungan masyarakat
  • Bantuan Pemerintah, Pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten serta pihak lain yang tidak mengikat
  • Pinjaman
  • Kerjasama usaha dengan pihak lain

Kepemilikan :

  • Bumdes adalah badan hukum yang diperoleh sebagai konsekuensi dari diberlakukannya Perda tentang pembentukan BUMDES
  • Perdes merupakan bentuk pengaturan lebih lanjut dari Perda tentang Bumdes

BUMDES Desa Lerep dinamakan Bumdes “Gerbang Lentera” yang artinya Gerakan Pembangunan Lerep Aman Tentram dan Sejahtera. Bumdes Gerbang Lentera dibentuk dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 2017

Melalui Kelembagaan BUMDES :

  • Memungkinkan keterlibatan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa
  • Penciptaan peluang usaha desa untuk peningkatan PAD Desa
  • Penciptaan lapangan pekerjaan
  • Mengatasi kemiskinan dan pengangguran di tingkat lokal

Kenapa Perlu Bumdes :

  • Sebagai penyediaan pelayanan publik
  • Mendorong pembangunan ekonomi desa
  • Peningkatan kapasitas pemerintah desa menuju kemandirian

Dalam pembentukan dan pemilihan kegiatan BUMDes. Hendaknya, titik berat yang harus dipertimbangkan adalah bagaimana mengidentifikasi produk unggulan yang ada di Desa. Bukan memasukkan sesuatu yang bukan berasal dari Desa. Sesuatu yang oleh Desa merupakan hal baru, sesuatu yang tidak memiliki akar pada masyarakat Desa.

Bagaimana cara melakukannya?

Inilah beberapa cara yang menurut hemat saya dapat dilakukan Desa, dalam membentuk BUMDes. Antara lain:

Satu. Tentukan Target Antara dan Target Tujuan.

Hendaknya, Desa memiliki target antara dalam upayanya mensejahterakan warga Desanya. Caranya dengan mengidentifikasi semua potensi yang ada di Desa. Setelah semua potensi yang ada dapat diidentifikasi. Maka, langkah selanjutnya, mentargetkan, bahwa semua kebutuhan konsumsi warga Desa harus dipenuhi oleh potensi yang ada di Desa. Istilah kerennya, Desa harus bertekad menjadi Desa swa sembada.

Contoh kasus. Dari data potensi Desa yang ada, masyarakat Desa memiliki sawah, beternak ayam, dan kebun palawija. Maka, sasaran antara yang harus dicapai oleh Desa, agar seluruh kebutuhan beras warga Desa, kebutuhan daging ayam dan telur ayam warga Desa serta sayur-mayur warga Desa harus dipenuhi oleh potensi Desa sendiri.

Ketika kebutuhan beras tidak terpenuhi misalnya, maka Prades hendaknya segera mungkin melakukan identifikasi masalah dan solusi masalahnya sekaligus. Jika masalahnya kurang pupuk, maka penuhi kebutuhan pupuk, jika cara penggunaan pupuk yang tidak tepat, maka segera lakukan pelatihan cara memupuk yang benar, jika masalahnya kurang air, maka lakukan perbaikan dalam system pengairan, jika masalahnya kurang bibit, maka pihak Pemerintahan Desa segera mendatangkan Bibit, demikian seterusnya, hingga kebutuhan beras warga Desa dapat dipenuhi oleh potensi Desa yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *